Viral Obat Dicampur Serpihan Kaca, Pihak Klinik Sebut Itu Gula Kristal - Berita Harian Teratas

Direktur l Klinik Rafael, Moses Untung bersalaman dengam orang tua pasien, Aser Pigai didampingi Kasatreskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar usai mediasi di Polres Mimika.
 (Foto: Salam Papua/Acik)
SALAM PAPUA (TIMIKA) – Warga Timika dihebohkan dengan postingan foto obat yang disertai keterangan ditemukan gilingan kaca dalam obat pada sejumlah akun facebook.

Postingan itu kemudian diselidiki pihak Satreskrim Polres Mimika.

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar kepada Salam Papua Kamis (21/7/2022) menjelaskan kronologi kejadian tersebut, bahwa pada tanggal 18 Juli 2022, salah satu orangtua bersama anaknya yang sakit mendatangi Klinik Rafael di Jalan Elang untuk berobat. 

Setelah dilakukan pemeriksaan darah oleh petugas di klinik tersebut, anak itu diketahui menderita sakit malaria. Selanjutnya atas permintaan orangtuanya anak tersebut disuntik, kemudian diberikan obat bubuk yang dicampur denga gula kristal sebagai penawar rasa pahit. 

Setelah pulang ke rumahnya, karena baru selesai disuntik, orangtua pasien tidak langsung meminumkan onat pada anaknnya. Ketika keesokan harinya tanggal 19 Juli pagi, saat hendak memberikan obat kepada anaknya orangtua tersebut kaget melihat butiran-butiran dalam obat seperti serpihan kaca.

“Orangtua tersebut kaget saat mencampurkan obat dengan air dalam sendok terdapat butiran menyerupai serpihan kaca. Kemudian obat itu difoto dan dipostinglah ke akun facebook dan diposting ulang oleh banyak akun. Ini sebetulnya karena ketidaktahuan orangtua. Pihak klinik juga sudah mengaku bahwa mereka teledor tidak menghaluskan gula tersebut,” ungkap Kasat Reskrim. 

Postingan yang sudah viral itu menuai banyak komentar warga dan juga dikomentari lasung oleh direktur klinik terkait dr. Moses Untung bahwa serpihan tersebut merupakan gula kristal. 

“Postingan ini akan dihapus karena kedua belah pihak sudah dipertemukan. Ini berarti tidak ada masalah lagi,” jelanya. 

Kepada awak media saat melakukan konfrensi pers, dr. Moses Untung juga menyampaikan hal yang sama. Dimana gula kristal biasa disertakan dalam resep obat sebagai pemanis agar anak-anak tidak takut dengan obat. 

Meski demikian, dr.Moses juga mengakui adanya keteledoran pihaknya karena tidak menghaluskan gula tersebut dengan baik.

“Dari dulu untuk resep obat bagi anak-anak itu selalu tambahkan dengan gula kristal. Jadi kadang-kadang dalam racikan obat saya, hampir sepertiganya itu adalah kandungan gula. Kita akui yang menghaluskan gula itu tidak teliti, sehingga gulanya tidak hancur semua,” ungkapnya. 

Menurut dr. Moses, gula yang diberikan bersama obat bagi anak-anak tidak mempengaruhi kualitas obatnya. 

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan permintaan maaf atas kebehobohan yang sudah terjadi.

“Saya memohon maaf atas kehebohan ini. Intinya ada kesalahan masing-masing. Terimakasih juga karena keluarga pasien sudah menerima penjelasan kami dengan baik. Terimakasih juga untuk pihak Satreskrim Polres Mimika yang sudah memfasilitasi mediasi ini,” tuturnya.

Sementara orangtua pasien, Aser Pigai mengatakan bahwa ia memposting  hal tersebut ke akun facebook, karena memang ia tidak tahu bahwa yang terlihat seperti serpihan kaca itu gula kristal dan sama sekali tidak bermaksud menjatuhkam pihak klinik.

“Intinya sudah tidak ada masalah lagi. Harusnya tanggal 19 Juli itu saya mau ke klinik supaya langsung pertanyakan, tapi karena hujan makanya tidak jadi,” kata Aser. 

wartawan: Acik
Editor: Yosefina



from SALAM PAPUA Viral Obat Dicampur Serpihan Kaca, Pihak Klinik Sebut Itu Gula Kristal - Berita Harian Teratas
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==