AMBON - BERITA MALUKU. Ancaman krisis listrik membayangi tiga desa di Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Selama ini, kebutuhan listrik masyarakat di wilayah tersebut masih bergantung pada operasional perusahaan tambang PT Batutua Tembaga Raya.
Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan VI (MBD-KKT), John Laipeny, mengatakan berkurangnya aktivitas operasional perusahaan mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Menurutnya, selama ini pasokan listrik bagi tiga desa di Wetar Utara sangat bergantung pada dukungan dari perusahaan tersebut. Jika suatu saat operasional perusahaan benar-benar berhenti, maka masyarakat berpotensi kehilangan akses listrik.
“Selama ini masyarakat di tiga desa tersebut masih bergantung pada listrik dari PT Batutua Tembaga Raya. Sekarang operasional perusahaan sudah mulai dikurangi secara bertahap, sehingga masyarakat merasa khawatir apabila suatu saat perusahaan benar-benar berhenti beroperasi,” ujar Laipeny kepada wartawan usai pertemuan dengan Gubernur, bersama DPRD MBD di kantor Gubernur, kamis (12/3/2026).
Ia menegaskan, kondisi tersebut harus segera diantisipasi pemerintah agar masyarakat tidak kembali hidup tanpa listrik.
“Kalau suatu saat perusahaan keluar dari sana, berarti tiga desa itu akan gelap. Ini yang menjadi perhatian serius dan harus segera dicarikan solusi permanen,” tegasnya.
Karena itu, DPRD Maluku bersama DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya mendorong agar persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya melalui program elektrifikasi desa.
Laipeny mengungkapkan, aspirasi tersebut telah disampaikan dalam pertemuan bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Dalam pertemuan tersebut, gubernur merespons positif keluhan masyarakat.
Bahkan, kata Laipeny, gubernur langsung menghubungi pihak Perusahaan Listrik Negara untuk membicarakan solusi terkait kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
“Pak Gubernur merespons sangat baik. Saat pertemuan itu beliau langsung menelpon GM PLN dan menyampaikan persoalan ini agar bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku juga berkomitmen membawa aspirasi DPRD Maluku Barat Daya ke pemerintah pusat di Jakarta, sehingga tiga desa di Wetar Utara dapat masuk dalam program elektrifikasi desa.
Laipeny berharap, melalui program tersebut masyarakat di daerah terpencil itu dapat segera menikmati layanan listrik yang permanen dan tidak lagi bergantung pada operasional perusahaan tambang.
“Mudah-mudahan pada program elektrifikasi desa tahun 2026, tiga desa di Wetar Utara bisa masuk dalam perencanaan sehingga masyarakat di sana bisa memperoleh akses listrik yang lebih pasti dan berkelanjutan,” pungkasnya.
from Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Bergantung pada PT Batutua, Tiga Desa di Wetar Utara Terancam Krisis Listrik - Berita Harian Teratas

