Hadapi Pemilih 2029, Kolatlena Minta Kader Gerindra Tak Sekadar Andalkan Loyalitas - Berita Harian Teratas


TULEHU, MALTENG - BERITA MALUKU.
Persiapan menghadapi Pemilu 2029 mulai menjadi perhatian Partai Gerindra di Maluku. Bagi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena, kesiapan partai tidak cukup dibangun melalui kekuatan struktur dan loyalitas kader, tetapi juga melalui penguasaan pengetahuan politik serta kemampuan membaca perubahan masyarakat.


Hal itu disampaikan Kolatlena saat memberikan materi dalam Diklat Laskar Gerindra Maluku di Kampus Universitas Darussalam Tulehu, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti 312 peserta dan menjadi bagian dari penguatan kapasitas kader Gerindra di Maluku.


Kolatlena mengatakan dunia politik terus mengalami perubahan. Regulasi pemilu, putusan Mahkamah Konstitusi, wacana perubahan Undang-Undang Pemilu hingga perkembangan geopolitik menjadi sejumlah hal yang perlu dipahami kader.


Menurut dia, pemahaman terhadap dinamika tersebut penting agar kader tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi mampu menjelaskan berbagai persoalan politik kepada masyarakat berdasarkan pengetahuan yang memadai.


"Sebagai kader partai tentu kita harus punya pengetahuan terhadap problem yang kita hadapi oleh bangsa kita,” ujar Kolatlena.


Ia juga mengingatkan perubahan komposisi pemilih yang akan menjadi tantangan tersendiri menuju Pemilu 2029. Kelompok milenial, Gen Z hingga generasi Alfa diperkirakan akan mengambil porsi besar dalam komposisi pemilih.


“Pada 2029, pemilih milenial, Gen Z dan Gen Alfa diperkirakan berada pada kisaran 60 sampai 70 persen. Sebagai partai politik, kita harus memikirkan strategi menghadapi perubahan karakter pemilih ini,” katanya.


Perubahan tersebut, lanjut Kolatlena, membuat partai politik tidak bisa hanya mengandalkan pola pendekatan yang sama seperti pemilu sebelumnya. Kader dituntut memahami karakter masyarakat sekaligus mampu berkomunikasi dengan kelompok pemilih yang semakin beragam.


Karena itu, persiapan menuju 2029 menurutnya harus dilakukan jauh sebelum tahapan pemilu dimulai. Kaderisasi dan pendidikan politik perlu berjalan secara berkelanjutan di seluruh tingkatan organisasi.


“Selain target untuk memenangkan Pemilu 2029, meskipun masih jauh, sebagai partai politik kita sudah harus mempersiapkan diri sejak dini,” tegasnya.


Laskar Gerindra Diminta Jadi Penghubung dengan Masyarakat


Dalam kesempatan tersebut, Kolatlena juga menempatkan Laskar Gerindra sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi partai dengan masyarakat.


Ia meminta peserta diklat tidak berhenti pada pemahaman internal organisasi. Pengetahuan yang diperoleh harus dapat digunakan untuk membaca persoalan bangsa sekaligus menjelaskan isu politik kepada masyarakat.


Terlebih, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat berhadapan dengan arus informasi yang sangat cepat, termasuk informasi yang belum tentu benar.


Kolatlena berharap kader Gerindra dapat berperan memberikan penjelasan ketika muncul misinformasi maupun hoaks yang berkaitan dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di tingkat nasional maupun Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa.


"Teman-teman ini bisa menjadi corong Partai Gerindra di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan meluruskan informasi-informasi yang sesat maupun hoaks yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.


Namun, ia mengingatkan kader agar tidak terburu-buru merespons setiap informasi yang beredar. Kemampuan memilah informasi dan memahami persoalan menjadi modal penting sebelum menyampaikan penjelasan kepada masyarakat.


Menurut Kolatlena, peran tersebut sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab partai dalam memberikan pendidikan politik kepada publik.


Loyalitas Harus Dibarengi Wawasan


Kolatlena menegaskan loyalitas tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi partai. Namun, loyalitas tanpa pengetahuan politik dinilai belum cukup untuk menghadapi dinamika politik ke depan.


Kader, kata dia, harus memiliki wawasan mengenai demokrasi, kebangsaan, politik serta berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.


Ia juga mengingatkan bahwa loyalitas kepada partai harus berjalan bersama dengan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Nilai Pancasila, nasionalisme dan demokrasi harus menjadi bagian dari pemahaman kader.


"Harapannya peserta diklat ini loyal terhadap Partai Gerindra. Dan ketika loyal kepada Partai Gerindra, tentu mereka juga harus loyal kepada bangsa dan negara,” katanya.


Diklat Laskar Gerindra angkatan pertama di Maluku yang diikuti 312 peserta tersebut menjadi bagian dari proses penguatan kader menghadapi dinamika politik mendatang. Bagi Gerindra, persiapan menuju 2029 tidak hanya berkaitan dengan kesiapan organisasi, tetapi juga bagaimana kader mampu memahami perubahan pemilih dan menjalankan fungsi pendidikan politik di tengah masyarakat.




from Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Hadapi Pemilih 2029, Kolatlena Minta Kader Gerindra Tak Sekadar Andalkan Loyalitas - Berita Harian Teratas
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==