Pertamina Klaim Aman, Namun Data Ketersediaan BBM Tak Diungkap - Berita Harian Teratas


AMBON - BERITA MALUKU. Di tengah klaim stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut aman, muncul pertanyaan publik, mengapa data riil ketersediaan tidak dibuka secara terang? Transparansi menjadi kunci meredam kepanikan, namun ketika angka pasti tak disampaikan, ruang spekulasi justru semakin lebar. Kondisi ini semakin dipertanyakan karena rapat yang membahas isu krusial tersebut berlangsung tertutup.


Situasi ini mengemuka setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Maluku dan Pertamina Patra Niaga Regional VIII di Rumah Rakyat Karang Panjang, Ambon, Rabu (1/4/2026). Dalam forum tersebut, Pertamina memastikan pasokan BBM di Ambon dalam kondisi terkendali, tetapi tidak merinci jumlah stok yang tersedia.


Humas Pertamina Patra Niaga Regional VIII, Istiani Abas, menegaskan bahwa fenomena antrean panjang di SPBU beberapa waktu lalu bukan disebabkan kelangkaan, melainkan panic buying masyarakat akibat isu yang beredar di media sosial.


“Per 1 April tidak ada kenaikan harga. Dari sisi stok, kami pastikan aman dan tidak ada kelangkaan. Kami ditugaskan untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, distribusi BBM saat ini berjalan normal dan bahkan dilakukan hingga malam hari. Kondisi SPBU di Ambon juga disebut telah kembali kondusif tanpa antrean panjang.


Menurut Istiani, pasokan BBM untuk Ambon berasal dari Integrated Terminal Wayame yang menopang sekitar 20 terminal di wilayah Papua-Maluku. Ketersediaan stok disebut mampu bertahan hingga 20 hari ke depan, dengan distribusi yang terus berlangsung secara berkelanjutan.


Namun demikian, saat diminta menjelaskan jumlah pasti stok BBM yang tersedia di terminal tersebut, pihak Pertamina tidak memberikan rincian angka. Hal ini semakin memperkuat kesan adanya informasi yang belum sepenuhnya dibuka ke publik, terlebih pembahasan dilakukan dalam forum yang tidak terbuka.


Pertamina tetap mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.


“Kami harap masyarakat bisa mencari informasi yang akurat, tidak terpancing isu, dan melakukan pembelian secara wajar sesuai kebutuhan,” tambahnya.


Dari sisi penyaluran, Pertamina mencatat distribusi harian BBM di Ambon mencapai 120 kilo liter (KL) untuk Pertalite dan 69 KL untuk Pertamax.


Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan yang diterima, seluruh jenis BBM, mulai dari Pertalite, Pertamax, Dexlite, Bio Solar hingga minyak tanah, dalam kondisi aman untuk 20 hari ke depan.


Ia juga menilai antrean yang sempat terjadi dipicu kombinasi berbagai faktor, mulai dari aktivitas masyarakat, momentum kegiatan keagamaan, hingga isu kenaikan harga BBM yang memicu kepanikan.


“Masyarakat tidak perlu panik. Semua produk BBM dalam kondisi aman,” tegasnya.


Di tengah jaminan tersebut, kebutuhan akan transparansi data menjadi penting agar kepercayaan publik tetap terjaga dan potensi kepanikan tidak kembali terulang.




from Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Pertamina Klaim Aman, Namun Data Ketersediaan BBM Tak Diungkap - Berita Harian Teratas
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==