AMBON - BERITA MALUKU. Kinerja Perumdam Tirta Yapono, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Kota Ambon, kembali menuai kritik keras. Warga menilai perusahaan daerah penyedia air bersih itu abai terhadap hak pelanggan, menyusul gangguan pasokan air yang berlangsung hampir dua pekan tanpa solusi nyata.
Keluhan datang dari warga RT 005/RW 003, Batu Gantung, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe. Seorang warga, Ina Soumokil, menyuarakan keresahan tersebut secara terbuka melalui akun media sosialnya setelah berbagai laporan yang disampaikan tidak mendapat respons serius dari pihak Perumdam.
Dalam unggahannya, Ina mengungkapkan bahwa aliran air PDAM di wilayah Batu Gantung kerap tidak berjalan normal, bahkan dalam beberapa hari terakhir mati total. Kondisi ini dinilai sangat merugikan pelanggan yang selama ini rutin dan tepat waktu membayar tagihan setiap bulan.
“Katong pengguna aer PDAM merasa dirugikan sekali. Kewajiban katong jalan, tapi hak sebagai pelanggan tidak dipenuhi. Sudah lapor ke penanggung jawab, tapi hasilnya nihil,” tulisnya, Senin (02/03/2026)
Ia menegaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar dan sumber kehidupan. Ketika pasokan terhenti, warga harus menanggung penderitaan serius dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ironisnya, keluhan yang disampaikan berulang kali seolah tidak pernah benar-benar didengar.
Merasa buntu, warga akhirnya menjadikan media sosial sebagai jalan terakhir untuk bersuara. Mereka berharap perhatian langsung dari Wali Kota Ambon agar persoalan air bersih ini segera ditangani secara konkret, bukan sekadar janji.
“Kami sangat menderita. Kami butuh bantuan. Kalau laporan resmi tidak ditindaklanjuti, lalu ke mana lagi warga harus mengadu?” ungkap Ina dalam pernyataannya.
Kondisi ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap layanan air bersih di Ambon. Warga mendesak Pemerintah Kota Ambon mengevaluasi secara serius kinerja Perumdam Tirta Yapono dan memastikan hak dasar masyarakat atas air bersih tidak terus-menerus diabaikan.
from Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Air Tak Mengalir Dua Pekan, Warga Tersiksa: Perumdam Tirta Yapono Dinilai Abai Hak Dasar Rakyat - Berita Harian Teratas

